Sekitar 50 orang dari Persatuan Pasar dan Warung Tradsional (Pesat) Jawa Barat menggeruduk Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (5/8/2010). Mereka yang merupakan pedagang ayam potong menuntut pemerintah turun tangan mengantisipasi gejolak harga ayam yang tak terkendali.
Ketua Pesat Usep Iskandar Wijaya mengatakan, para pedagang ayam di pasar tradisional yang resah karena harga ayam melambung.
"Tidak terkendalinya harga ayam potong berdampak kehancuran bagi para bandar dan pengecer di pasar tradisional," jelas Usep.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami meminta pemerintah segera mengantisipasi gejolak harga ayam potong. Selain itu, pemerintah megeluarkan standarisasi harga untuk mengantisipasi kesewenangan kapitalis miring yang mempermainkan harga," ujar Usep.
Usep menjelaskan, harga ayam potong yang saat ini dijual di pasar tradisional di Jawa Barat sekitar Rp 27 ribu per kilogram, sementara harga normalnya sekitar Rp 22 ribu per kilogram. Massa membawa poster yang bertulis antara lain 'Pedagang Kecil Butuh Proteksi dari Pemprov Jabar' dan 'Produsen dan Distributor Ayam Potong Mainkan Harga Tak Rasional. Pembeli Sepi Pedagang Gulung Tikar'.
(bbp/ern)











































