Hal itu diungkapkan Komandan Lanud (Danlanud) Sulaiman Kolonel Pnb Gutomo saat dihubungi melalui telepon, Selasa (3/8/2010). Dia menerangkan pada Kamis malam (8/7/2010), Pratu M mendatangi rumah Willy untuk menagih uang Rp 20 juta, uang DP rumah yang ia sudah berikan pada Willy. "Di rumahnya sudah terlibat cekcok, karena takut ketakutan istrinya, korban mengajak tersangka keluar. Mereka berdua kemudian pergi ke kosan tersangka," jelas Gutomo.
Sesampainya di kosan tersangka, keduanya kembali terlibat cekcok dan duel. Kemudian si tersangka mengajak korban ke lantai atas. "Jadi kosan korban itu ada dua lantai, yang lantai atasnya itu dekat masjid," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kondisi panik, kata Gutomo, si tersangka lalu memotong leher korban hingga terpisah dari badannya. Kemudian tubuh dan kepalanya dibuang ke Sungai Citarum.
"Tersangka akan dihadapkan ke pengadilan militer," ujar Gutomo.
Kasus ini akhirnya terungkap setelah warga geger menemukan potongan tubuh tanpa kepala di Sungai Citarum, Minggu (11/7/2010). Setelah berada di RSHS selama dua hari, identitas korban terkuak. Keesokan harinya keluarga menguburkan Willy yang merupakan Sekretaris FKPPI Astanaanyar tanpa kepala.
(ern/tya)











































