Para ahli astronomi di seluruh dunia yang memantau Matahari, melaporkan telah terjadi sebuah ledakan cukup besar pada akhir pekan lalu. Luapan energi Matahari yang luar biasa besar muncul bagaikan kembang api di permukaan Matahari. Gelombang energi itu terpancarkan menuju Planet Bumi bagaikan sebuah tsunami yang melintasi jarak 93 juta mil melintasi angkasa.
"Pengamatan matahari pada hari ini memang ditemukan adanya bintik filamen. Itu akibat adanya ledakan di matahari sehingga melemparkan filamennya," ujar Direktur Observatorium Bosscha, Hakim L Malasan, saat dihubungi wartawan via ponsel, Selasa (3/8/2010).
Meski begitu, Hakim menjelaskan efek dari ledakan matahari tersebut tak akan berpengaruh secara langsung pada makhluk hidup di bumi. Namun ia menyebut, ada kemungkinan ledakan matahari akan mengganggu satelit dan memperngaruhi sistem telekomunikasi.
"Kemungkinan di bumi efeknya tidak terasa. Tapi akan ada gangguan magnetis yang mempengaruhi satelit," tuturnya.
Hakim menjelaskan, pengamatan aktivitas matahari di Observatorium Bosscha tak hanya dilakukan pada momen-momen khusus seperti ledakan matahari. Pengamatan aktivitas matahari selalu dilakukan setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB.
(tya/ern)











































