Belasan orang bule dari berbagai negara berjalan kaki dari Bandung menuju Pangandaran. Mereka membawa misi perdamaian serta untuk mengenal budaya lokal Jawa Barat.
Kegiatan bertajuk 'Walk the Peace' tersebut digelar Peace Generation dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jabar. "Kami berangkat hari ini dengan rute
Bandung-Garut-Tasikmalaya-Pangandaran. Target pada 6 Agustus sampai di Pangandaran," ujar Koordinator 'Walk the Peace', Raspa (25), saat ditemui di
SD Muhammadiyah, Jalan Kadipaten Raya, Kota Bandung.
Raspa mengatakan, peserta yang ikut dalam 'Walk the Peace' berjumlah 40 orang. Itu terdiri dari 20 warga negara Indonesia dan 20 warga negara asing (WNA).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama perjalanan nanti, kata Raspa, peserta akan mengunjungi kawasan penduduk dan menginap di sekolah-sekolah serta pesantren yang dilalui nanti. Saat berada di permukiman penduduk, peserta akan berbaur bersama warga sekitar.
"Nanti peserta diperkenalkan dengan permainan tradisional. Seperti main layang-layang dan conglak," jelasnya.
Peserta jalan kaki Bandung-Pangandaran ini mayoritas pelajar dan mahasiswa. Mereka setiap harinya berjalan mulai pagi hingga sore. Sementara malam hari tidak melakukan perjalanan.
"Sehari target kami jalan 10 kilometer. Inti acara ini sebagai misi perdamaian dan memperkenalkan budaya Jawa Barat. Peserta yang ikut terdiri dari ragam agama dan suku," terang Raspa.
Sementara itu, Founder Peace Generation, Erick Lincoln mengatakan, acara puncak pada 7 Agustus nanti digelar sepakbola pantai dan penggung hiburan.
"Peserta dari WNA itu dari berbagai kalangan. Ada peserta yang bapaknya dokter terkenal di Amerika. Lalu ada mantan tentara Amerika yang pernah tugas di Irak," ujar Erick.
(bbp/ern)










































