"SMS itu tidak benar. Artinya, warga diimbau untuk tidak percaya dengan SMS itu," jelas Kapolres Bandung AKBP Hendro Pandowo saat dihubungi detikbandung via ponsel, Senin (26/7/2010).
Hendro memastikan ada orang-orang tak bertanggung jawab yang sengaja ingin membuat resah. Dia juga menegaskan, hingga kini pihak kepolisian belum mendapat laporan ad anak yang diculik dan organ tubuhnya lenyap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seminggu terakhir ini, warga Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, mengaku resah terkait beredarnya SMS berantai yang belum diketahui asal mula siapa pengirim pertama. Orang tua yang mempunyai anak mengaku khawatir dan melarang anaknya bermain sendirian.
Berikut isi pesan singkat berbahasa Sunda yang membuat warga resah: "Kudu pabeja2 culik gs nepi ka cidatar jg sinangsari gs menang bdk 4 anu di cokotna ati, mata, ginjal, culikna ka2ra benang 1 anu diaburkena aya 700 jlma. culikna aya awe2 aya la2ki. kolot budak kirimken kasadayana anu gaduhen hp ieu serius ti pa lurah cidatar mangga sebarkn sms na."
Jika diartikan dalam Bahasa Indonesia isi pesan singkat tersebut yaitu: "Harus saling memberi tahu, penculik sudah sampai ke daerah Cidatar dan Sinangsari (daerah Ciwidey, red). Sudah ada empat anak diculik dan diambil bagian hati, mata, dan ginjal. Penculiknya baru ditangkap 1, yang disebarkan 700 orang, terdiri dari laki-laki dan perempuan. Kepada orangtua sebarkan kabar ini ke semua orang yang punya handphone. Serius dari Lurah Cidatar (kawasan Garut, red), silahkan sebarkan SMS-nya."
(bbn/tya)











































