Dua perempuan warga Babakan Ciparay yakni Ilah Romlah dan Entat Hartati, tewas setelah menenggak minuman keras oplosan. Kejadian tersebut sungguh miris dan mengejutkan. Berdasarkan riset Sosiolog Unpad, Budi Rajab dari 100 peminum, 10 diantaranya adalah perempuan.
Menurut Budi, konsumsi miras kini sudah merambah semua golongan mulai kalangan miskin dan kaya. Peminumnya pun tak hanya laki-laki, perempuan pun kini banyak yang suka mengonsumsi miras meski jumlahnya tak sebanyak peminum laki-laki.
Dari hasil risetnya di salahsatu daerah di Jabar, ditemukan bahwa peminum perempuan dan laki-laki perbandingannya 1:10. Hal itu diungkapkan Budi saat berbincang dengan detikbandung via telepon selularnya, Senin (26/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menambahkan, dua faktor yang membuat orang menenggak miras, pertama yaitu pergaulan di masyarakat serta gaya hidup. Kedua, orang menenggak miras itu untuk mengatasi problem hidup serta mecoba menghilangan beban pikiran.
"Faktor yang kedua tadi, biasanya dilakukan orang dari kelompok menengah bawah," terang Budi.
Budi mengatakan, para pengonsumsi miras memang tak mengenal usia, jenis kelamin dan golongan. Di wilayah perkotaan, kata Budi, ragam miras begitu akrab dan mudah diperoleh masyarakat.
"Peminumnya bukan lagi kalangan dewasa, usia anak-anak pun ada. Yang minum miras juga tidak lagi kaum pria, tapi perempuan juga," ujar Budi.
Ilah Romlah (38) dan Entat Hartati (38) pada Minggu (25/7/2010) setelah menegak minuman beralkohol yang dioplos dengan minuman sari buah dan juga madu. Sementara Dede (32) yang juga ikut minum kini masih dalam pengaruh minuman oplosan.
(bbp/tya)










































