"Sebenarnya, sekitar pukul 04.00 WIB api sudah berhasil padam. Kita sedang dalam proses pendinginan. Tapi karena banyak material plastik yang terbakar, jadi api nyala lagi, nyala lagi. Terlambat disiram sedikit, api membesar lagi," ujar Kepala Dinas Kebakaran (Kadiskar) Kota Bandung, John H Siregar, ketika ditemui di lokasi, Minggu (25/7/2010).
MenurutĀ John, faktor lain yang mempersulit api padam adalah tidak adanya ventilasi ruangan yang memadai, sehingga api terus terjebak di dalam toko. Selain itu, kondisi ruangan yang sempit dan penuh sesak oleh barang-barang yang mudah dilalap api, sehingga api terus menyala.
"Tapi ini sudah berhasil kita kendalikan (apinya). Sekarang proses pendinginannya yang sulit. Pokoknya kita tunggu sampai tidak ada asap yang keluar dari bangunan," ungkapnya.
Menurut pantauan detikBandung, api yang tadinya sudah tidak terlihat, mulai terlihat lagi di lantai lima. Asap hitam pekat masih terus membumbung di atas bangunan.
"Ini apinya terus berputar di dalam, seperti pusaran. Di atas juga anginnya kencang, jadi api terus menyala. Kalau tidak disiram, dia nyala lagi, pokoknya harus disiram terus," tambah Ernan Purnawan, salah seorang Staf Pengendali Operasi dari Diskar Bandung.
Menurut Kadiskar, asal muasal api masih belum diketahui. Namun menurut seorang warga Kosambi Rt 6 Rw 12, api pertama kali terlihat di lantai lima bagian belakang.
(ern/ern)











































