"Beberapa keluarga korban sempat datang ke sini (Polres Bandung, red) dan membenarkan bahwa korban mutilasi merupakan bagian dari keluarganya," ujar Kapolres Bandung AKBP Hendro Pandowo saat dihubungi detikbandung, Jumat (23/7/2010).
Hendro menerangkan, pihak kepolisian memberikan penjelasan dan keterangan berdasarkan hasil penyelidikan. Selain itu, ciri-ciri korban juga dipaparkan di hadapan pihak keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, hingga pukul 09.00 WIB, Jumat (23/7/2010) Kepala Forensik dan Medikolegal RSHS, Noorman Heryadi mengatakan belum ada keluarga yang mengambil jenazah Liliana yang berada di kamar jenazah RSHS. Nyaris 1 bulan lamanya jasad Liliana berada di kamar jenazah.
Liliana tewas dibunuh dengan dicekik pada Rabu (23/6/2010) dini hari. Pelaku yang merupakan suami korban menghabisi nyawa isterinya itu sekitar pukul 00.30, Rabu (23/6/2010) dini hari. Korban dicekik di kamar mandi hingga tewas. Setelah itu, pelaku memotong-motong tubuh Liliana dengan menggunakan pisau dapur berukuran 20 sentimeter.
Kamis (24/6/2010), warga Ciwidey geger dengan temuan tujuh potongan tubuh wanita berusia 40 tahun, yang dibungkus dalam sebuah dus di gorong-gorong Jalan Raya Ciwidey-Patengang. Dua hari kemudian, Sabtu (26/6/2010), ditemukan juga tiga potongan di Pamengpeuk, Kabupaten Garut. Potongan dari Ciwidey dan Garut tersebut kemudian diketahui 1 tubuh.
(ors/tya)











































