Rekonstruksi dimulai sekitar pukul 11.00 WIB. Tersangka datang dengan menggunakan mobil bersama rombongan polisi. Saat tersangka turun dari mobil dan masuk ke rumah, pelaku mendapat teriakan dan hujatan dari warga sekitar.
"Bunuh saja, orangnya tidak punya hati," teriak warga. Banyak juga warga yang ikut menyuraki tersangka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga tak diperbolehkan masuk ke dalam rumah, karena di lokasi rekonstruksi dipasangi police line. Rekonstruksi ini melibatkan 70 personel, yang terdiri dari 3 unit reskrim, 1 unit intel dan 1 peleton Dalmas.
Edi Supardi (43) warga Perumahan Gading Tutuka Kabupaten mengaku sengaja datang karena ingin tahu muka pelaku mutilasi. Lokasi perumahannya dan lokasi pembunuhan kebetulahan berdekatan.
"Penasaran ingin lihat. Ingin lihat wajahnya secara langsung," ujarnya. Edi datang dari pukul 10.00 WIB dan rela berdesak-desakan untuk melihat tersangka secara langsung.
Begitu juga dengan Ari (40) wrga perumahan Soreang Indah mengaku penasaran dan datang di lokasi rekonstruksi sejak pukul 09.00 WIB. "Ibu tahu dari TV, katanya akan ada rekonstruksi. Selain itu, tadi ada tukang sayur yang bilang sekitar jam 9 di sini sudah mulai ramai," katanya.
Sebagai warga sekitar, Ari menilai aksi yang dilakukan tersangka tergolong sadis dan harus mendapat hukuman yang setimpal. "Kalau perlu hukum mati saja. soalnya sudah keterlaluan. Bahkan lebih kejam dari binatang," sebut Ari.
Proses rekonstruksi berlangsung selama 40 menit. Warga pun langsung membubarkan diri usai rekonstruksi tersebut.
(tya/ern)










































