"Jumlah 38 anak itu merupakan yang tercatat di Rumah Cemara saja," ujar Resource Mobilitation Rumah Cemara Yudi Wahyudi, kepada wartawan usai diskusi tentang HIV/AIDS di Sekretariat AJI Bandung, Jalan Tubagus Ismail, Selasa (20/7/2010).
Di luar yang terdata, kemungkinan masih banyak anak-anak pengidap penyakit tersebut. Kebanyakan, mereka mengidap HIV/AIDS yang ditularkan dari orangtuanya. Dari 38 anak, 70 persen di antaranya berasal dari kalangan kurang mampu. Sementara, 30 persen lagi lahir dari keluarga mampu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, kebanyakan orangtua tidak memberitahukan penyakit yang diderita anaknya. Sebab, orangtua memiliki ketakutan tersendiri ketika kemudian anaknya tahu bahwa yang bersangkutan punya penyakit tersebut.
"Pernah ada anak yang bertanya pada orangtuanya kenapa dia harus minum obat tiap hari, tidak seperti teman-teman lainnya. Dan orangtua yang bersangkutan kebingungan menjawabnya," katanya.
Harusnya, anak penderita HIV/AIDS diberitahu orangtuanya bahwa mereka mengidap penyakit. Agar nantinya, ketika anak tersebut dewasa siap dengan kenyataan yang ada di lapangan.
"Banyak anak yang akhirnya kaget ketika mendapat perlakuan berbeda dari orang-orang di sekitarnya," terangnya.
(ors/tya)










































