Dikatakan Kepala Badan Perencanaan Daerah Jawa Barat Deny Juanda Puradimaja gedung baru DPRD Jabar yang lokasinya berada di samping lahan sengketa Gasibu memiliki luas lahan 900 meter persegi. Anggaran pembangunan gedung baru tersebut akan masuk dalam anggaran pembangunan tahun jamak.
"Direncanakan akan dibangun gedung DPRD baru di sebelah lahan sengketa Gasibu, yang kami anggarkan Rp 60 miliar yang akan dianggarkan pada 2011," ujar Deny.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena berdesak-desakan," jelas Deny. Pemanfaatan gedung dewan yang ada saat ini nantinya akan diserahkan pada putusan Gubernur. "Tergantung gubernur
nantinya mau dipakai apa," tambahnya.
Deny mengatakan, gedung baru yang akan dibangun itu akan dibuat 3 hingga 4 lantai. "Tapi kita lihat nanti untuk izinnya. Apakah boeleh lebih tinggi dari
Gedung Sate," papar Deny.
Sementara itu Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretaris DPRD Jabar Yedi Sunardi menuturkan, rencana pembangunan gedung baru sedang memasuki proses lelang untuk pemilihan konsultan.
Pada 9 Juli lalu, proses pra kualifikasi sudah dimulai. "Kita baru umumkan lelang untuk tahap pra kualifikasi. Hingga siang ini, sudah ada 13 konsultan yang mendaftar. Konsultannya yang besar," paparnya.
Diterangkan Yedi, saat ini di gedung dewan berkantor 100 anggota dewan dari 8 fraksi dan 175 staf sekretariat dewan. "Untuk kondisi saat ini jumlahnya sudah terpenuhi. Tapi ya asal ada saja, tapi tidak representatif," ujar Yedi.
Saat melihat pengumuman pra kualifikasi seleksi umum No 01/PAN/62.01/PRC-DPRD/2010 tertulis Kantor sekretariat DPRD Jabar melalui kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana perkantoran pada tahun anggaran 2010 dengan suber dana APBD Pemprov Jabar, akan mengadalkan prakualifikasi untuk seleksi umum pengadaan jasa konsultasi perencanaan konstruksi. Dengan kualifikasi grade 4 atau non kecil.
"Pagu anggarannya Rp 1.325.369.000 untuk konsultan," tutupnya.
(tya/ern)











































