Selain mengikuti lomba layang-layang lokal dan internasional, Hamid datang ke berbagai negara atas undangan dari negaray yang bersangkutan.
"Sejak awal, saya memang suka pada layang-layang. Tapi saya ingin menciptakan dan memiliki layang-layang yang berbeda dengan orang lain. Sampai akhirnya, saya bisa mengunjungi dan dapat penghargaan dari beberapa negara," ujarnya kepada wartawan, di Lapangan Tegallega, Minggu (18/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat hal itu, ia memiliki motivasi tersendiri dan membuat berbagai kreasi layang-layang. "Saya lebih puas ketika membuat layang-layang yang tidak bisa ditiru orang lain," ungkapnya.
Salah satu hal yang paling berkesan ialah saat mendapat undangan dari ratu Tpenggemarnya hailand tahun 1989 silam. Saat itu, diperintahkan ajudan untuk menaiki anak tangga menggunakan lutut sebagai bentuk penghormatan terhadap sang ratu.
"Saya nolak karena saya bukan rakyat dia. Tapi akhirnya ratu tetap memberikan penghargaan khusus buat saya," katanya.
Selain itu, ia juga pernah memecahkan rekor MURI dengan layang-layang terbesar dan terpanjang tahun 2007 lalu.
"Kepuasan menerbangkan layang-layang adalah ketika mampu diterbangkan dengan sempurna. Kalau akhirnya dapat penghargaan, itu merupakan nilai lebih," terang warga Jalan Pasir Salam itu.
(ors/tya)










































