Sekitar 200 orang siswa baru SMP Assalam yang sedang mengikuti masa orientasi siswa (MOS) diajak gurunya melakukan aksi simpatik di halaman kantor DPRD Kota Bandung, Jalan Aceh, Rabu (14/7/2010). Sambil menggunakan kaos putih dan bawahan seragam SD, mereka mengecam aksi pornografi dan pornoaksi.
Ketua Panitia MOS SMP Assalam, Yuni Chaerani mengatakan, aksi tersebut untuk sebagai bentuk memacu remaja menolak pornografi dan pornoaksi. "Isu yang berkembang saat ini banyak mengandung unsur pornografi dan itu mudah menimbulkan efek negatif di kalangan remaja," ujar Yuni saat ditemui disela aksi.
Yuni mengatakan aksi ini merupakan rangkaian dari MOS sejak tiga hari lalu. "Hari ini adalah puncak kegiatan MOS," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami dari sekolah tidak melakukan eksploitasi dan kami tidak memaksa siswa untuk mengikuti aksi ini dan mereka semua menyambut baik," tuturnya.
Aksi yang dilakukan para siswa tersebut mengundang perhatian warga dan juga PNS di lingkungan DPRD Kota Bandung. Mereka pun hanya tersenyum dan tertawa melihat tingkah para pelajar.
Spanduk 1x15 meter dibentangkan para siswa yang ikut demo. Isinya yakni 'Jangan Rusak Moral Kami Dengan Pornografi dan Pornoaksi. Say No To Pornografi'. Di spanduk tersebut juga terdapat cap tangan yang melambangkan bukti penolakan terhadap aksi pornografi dan porno aksi.
"Say no to pornografi," teriak mereka dengan suara yang riang.
Sementara itu dalam orasinya, seorang guru mengatakan tak ingin lagi ada generasi seperti Ariel. "Jangan lagi ada generasi sperti Ariel. Remaja yang sedang berkebang bisa terpengaruh dengan perilaku Ariel," katanya.
Sebelum menggeruduk kantor DPRD Kota Bandung, para siswa melakukan longmarch dengan rute dari SMP Assalam, Alun-alun, Jalan Asia Afrika, Jalan Braga, Jalan Wastukencana hingga Jalan Aceh. Sepanjang perjalanan, mereka melantunkan shalawat serta membagikan kertas bertuliskan 'Say No To Pornografi' (tya/bbp)











































