Masih Ada Ortu Tanyakan Soal Sengketa Lahan

Segel SD Bojongloa Dibuka

Masih Ada Ortu Tanyakan Soal Sengketa Lahan

- detikNews
Senin, 12 Jul 2010 12:06 WIB
Masih Ada Ortu Tanyakan Soal Sengketa Lahan
Bandung - Di hari pertama sekolah, Senin (12/7/2010) sekitar 1.500 siswa SD Bojongloa I-VI dapat menjalani aktivitas seperti biasanya pasca dibukanya segel oleh ahli waris pada Sabtu (10/7/2010) lalu. Meskipun begitu, masih ada beberapa orang tua siswa yang mempertanyakan kasus penyegelan tersebut.

Para orang tua siswa merasa khawatir karena saat mendaftarkan anaknya untuk sekolah, mereka tak mengetahui ada masalah sengketa tanah.

"Beberapa hari yang lalu memang banyak yang mempertanyakan. Hari ini juga masih ada yang menanyakan. Tapi para orang tua tersebut sudah diberi pemahaman," ujar Koordinator Kepala SD Bojongloa I-VI Aat Supriatna saat dihubungi detikbandung, Senin (12/7/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kegiatan belajar dan mengajar pun bisa dilakukan seperti biasanya. Untuk siswa kelas I, hari ini tak ada KBM, melainkan hanya masa pengenalan lingkungan sekolah. Sementara siswa kelas 2 hingga 6 hanya diberi informasi terkait pembagian ruang kelas. Kegiatan belajar baru efektif Selasa (13/7/2010) esok.

"Untuk hari ini kegiatan memang tidak terlalu banyak. Khusus untuk kelas I hari ini kita beri pengenalan lingkungan," katanya.

Aat mengaku senang dan menyambut baik pembukaan segel yang dilakukan ahli waris. "Alhamdulillah, pihak ahli waris menyadari dan membuka segel sehingga kegiatan pendidikan tidak terganggu," tutupnya.

Sebelumnya, Rabu (30/6/2010) SD Bojongloa I-VI disegel oleh orang yang mengaku sebagai ahli waris. Menurut Kasie Sarana TK/SD Disdik Kota Bandung Suryadi tanah yang di atasnya dibangun SD Bojongloa 1-VI ini, dulu memang milik H Hamin. Namun dihibahkan kepada Pemkot Bandung untuk bangunan sekolah. Maka pada 1947 dibangunlan SD Bojongloa ini.

SD Bojongloa 1-VI memiliki 20 ruangan kelas, di mana yang dipakai hanya 15 kelas.

(tya/ern)


Berita Terkait