Polres Bandung masih menyelidiki insiden meledaknya kembang api saat pembukaan Porda XI/2010 yang melukai 2 orang di Stadion Si Jalak Harupat Kab Bandung, Minggu malam (4/6/2010). Namun sementara diduga karena kembang api tersumbat air.
Kapolres Bandung AKBP Hendro Pandowo mengatakan tidak berhasilnya kembang api menyala, kemungkinan besar sumbunya tersumbat air. Akibatnya meledak.
"Sejak sore kan di sekitar stadion hujan terus, jadi mungkin kembang apinya tersumbat air. Tapi kita akan terus selidiki kasus ini," ujar Hendro ditemui di lokasi kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Subarna dibawa ke RSUD Soreang, sementara Sukartin langsung dirujuk ke RSHS karena mengalami luka parah.
"Sukartin alami luka di bagian kepala, tangan dan kaki. Bahkan kepalanya berdarah," ujar Hendro.
Sementara Subarna mengalami luka di bagian tangan. "Beruntung di sekitar ledakan tak ada penonton," katanya.
Insiden ledakan itu terjadi saat pesta kembang api pada pembukaan Porda yang dibuka Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Saat gubernur menyalakan sirine, pesta kembang api dimulai.
Lima menit setelah itu, tiba-tiba terdengar ledakan. Awalnya diduga itu bagian dari atraksi yang disuguhkan. Namun kaget bukan kepalang, setelah pesta kembang api mati, tembok stadion terlihat jebol akibat ledakan. (ern/bbp)











































