Kapolres Bandung AKBP Hendro Pandowo menerangkan, sejak kasus tersebut muncul di media massa, sejumlag orang menyambangi Polres Bandung. "Mereka rata-rata mencari anggota keluarganya yang hilang," ujar Hendro Pandowo saat dihubungi detikbandung, Minggu (4/7/2010).
Selain itu, beberapa orang yang mengaku kehilangan anggota keluarganya mengecek langsung ke RSHS. Namun hasilnya nihil. "Dari ciri-ciri yang kita ungkapkan, belum ada yang cocok dengan anggota keluarga yang mereka cari," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
untuk menuntaskan kasus tersebut. "Kita terus koordinasi. Sebab tujuh potongan tubuh yang ditemukan identik dengan potongan lainnya yang ditemukan di Garut. Semua potongan tubuh masih berada di RSHS," kata Hendro.
Sejumlah barang bukti, tutur Hendro, saat ini berada di Polres Bandung dan Polres Garut. Di Garut, ditemukan guling bermotif bunga pink dengan sarung bantal putih bermotif ungu, bantal bersarung yang ditemukan bercak darah. Selain itu, ditemukan juga kaos putih berkerah biru tua bertulis 'Lasegar', sarung motif kotak-kotak dan selimut biru bernoda darah.
Sementara di Ciwidey, polisi menemukan celana batik pendek, daster batik dan tiga cincin yang terpasang di kedua tangan yang diduga imitasi.
Kamis (24/6/2010), warga Ciwidey geger dengan temuan tujuh potongan tubuh wanita berusia 40 tahun, yang dibungkus dalam sebuah dus di gorong-gorong Jalan Raya Ciwidey-Patengang. Dua hari kemudian, ditemukannya juga tiga potongan di Pamengpeuk, Kabupaten Garut.
(bbp/bbp)











































