"Kami meminta kepada pemerintah daerah masing-masing untuk bisa mengawasi. Sebab, pedagang dadakan ini berasal dari luar Kota Bandung. Selain itu, kami mengimbau jangan datang ke Bandung," jelas Ferdi saat dihubungi detikbandung via ponsel, Minggu (4/7/2010).
Ferdi mengatakan, alasan tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi kesemrawutan PKL serta tersendatnya arus lalu lintas saat nanti puasa dan jelang lebaran. Biasanya, para PKL dadakan ini tumplek di kawasan tujuh titik yang selama ini dilarang untuk aktivitas berjualan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ferdi menambahkan, hampir 90 persen PKL yang saat ini ada di Kota Bandung berasal dari daerah lain. Seperti Garut, Ciamis dan Padang. "PKL jumlahnya bertambah saat bulan puasa nanti. jumlahnya dua hingga tiga kali lipat," terangnya.
Menurut Ferdi, pihaknya berencana sebelum bulan puasa mendatang akan merelokasi PKL yang ada di kawasan tujuh titik. Lokasi relokasi yang disiapkan yaitu basement Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat dan Pasar Ciroyom.
Rencana relokasi tersebut, tutur Ferdi, tentu saja harus melibatkan semua pihak terkait. Urusan relokasi ini, pihaknya melibatkan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung.
"Kami pun berharap kerjasama dengan pihak swasta. Misalnya, pemilik mal dan toko di kawasan Dewi Sartika, Kepatihan dan Alun-alun memberikan tempat kepada PKL. Dengan begitu, keberadaan PKL menjadi tertib," ujar Ferdi.
(bbp/bbp)











































