"Sejak hari Senin (28/6/2010) sudah ada 5 orang yang liat ke sini (kamar mayat-red). Tapi semuanya enggak cocok," ujar Agus salah seorang petugas di Kamar Jenazah RSHS saat dihubungi detikbandung via ponselnya, Kamis (1/7/2010).
Dituturkan Agus, mayoritas yang datang berasal dari Kabupaten Bandung. Meskipun disebut Agus ada juga yang berasal dari Kota Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ciri-cirinya dicocokkan. Kalau misalnya ada yang sesuai, misalnya ada tahi lalat di kaki, kita bisa tunjukkan kaki yang ada tahi lalatnya," katanya.
Jika nantinya ditemukan ada yang mengakui benar korban mutilasi adalah anggota keluarga yang dicari, maka ia pun harus melaporkannya pada polisi.
"Mayatnya akan di sini dulu. Kalau nanti benar ada keluarga dari korban tersebut, pasti akan langsung dilaporkan," tutupnya.
Potongan tubuh korban mutilasi pertama kali ditemukan pada Kamis (24/6/2010). Sebelumnya, sejumlah keluarga juga telah mencoba mencocokan ciri anggota keluarga yang hilang dengan jenazah tersebut, namun belum juga ada yang cocok.
(tya/ern)










































