"Enggak tentu kapan saya bisa membuat pantun, begitu ingat langusng tulis. Kalau sudah ingat sesuatu dicatat dimana saja, di kertas, di handphone, dimana saja lah. Jangan dibiarkan lewat begitu saja," ujar Sofyan saat berbincang usai launching buku 'Pantun Asal2an ala Bang Sofyan' di Hotel Kedaton Bandung, Rabu (30/6/2010) sore.
Sofyan menuturkan, ia membiasakan mencatat sesuatu yang ada di dalam pikirannya agar tidak lupa. "Kita ini kan manusia, ada saja kesibukan lain yang bisa kita bikin lupa dengan apa yang sedang kita kerjakan. Saya pikir biasakan kalau ada sesuatu dicatat," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
kiprahnya sebagai wartawan pada tahun 1962 di media Warta Berita.
Ia tidak pernah bercita-cita ingin jadi seoarang wartawan. Jalan hidupnyalah yang menjadikan ia sebagai wartawan. "Saya tidak pernah terpikir jadi wartawan. Saat itu mumpung ada kesempatan langsung kerja saya ambil. Ternyata ketagihan," ungkap kakek dari 5 cucu ini.
Menurutnya, kebanggaan menjadi seorang wartawan saat karyanya dibaca oleh orang lain. "Ketika tulisan kita dibaca dan diceritakan orang itu merupakan kepuasan," katanya.
Melalui karyanya yang berupa buku 'Pantun Asal2an ala Bang Sofyan' ia berharap nantinya orang-orang tidak perlu susah kalau mau mengucapkan selamat baik melalui kartu pos, surat, email, sms, facebook atau saat memberikan sambutan.
"Cukup baca buku ini," tutupnya.
(avi/tya)











































