Pantun adalah warisan budaya Indonesia. Hampir semua daerah di Indonesia gemar berpantun dalam setiap kesempatan. Baik saat acara resmi, acara keluarga, atau saat sedang bermain bersama teman sebaya. Pantun ternyata tak hanya ciri khas orang melayu, tapi di suku Sunda, di Aceh, Menado, Mandailing, Toba.
Hal itu diungkapkan H Sofyan Lubis, atau yang akrab disapa Bang Sofyan dalam saat peluncuran buku 'Pantun Asal2an ala Bang Sofyan' di Hotel Kedaton, Rabu (30/6/2010) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah biasa kirim salam berupa pantun lewat surat, kalau sekarang lewat sms. Dan mereka ada yang mejawab secara pantun, ada yang ikut-ikutan saja karena mungkin tidak mengerti pantun. Saya pikir kenapa tidak dibukukan saja," katanya.
Sofyan kemudian mengumpulkan beberapa pantun yang ia terima dari kawannya dan membuat pantun sendiri. "Saya kumpulkan lalu saya pilah-pilah, mana yang untuk lebaran, ulang tahun, puasa, imlek, dan lain-lain," ujarnya.
Dari situlah buku berjudul 'Pantun Asal2an ala Bang Sofyan' lahir. Sekitar 400 pantun di dalam buku setebal 130 halaman itu dikerjakannya selama kurang lebih enam bulan.
"Saya kerjakan sambil kerja, enggak gampang bikin pantun, saya hitung kurang lebih ada 400," tuturnya.
Buku berwarna hitam dop ini sederhana. Cover depan hanya bergambar wajah Sofyan Lubis dengan tulisan judul buku dengan nama lengkapnya. Cover halaman belakang berisi riwayat hidup penulis dan testimoni tentang buku dari Gubernur Sumatera Utara H Syamsul Arifin.
(avi/tya)











































