"Selain membawa truk pengangkut kapur, kalau perlu, kami akan menginap di depan Gedung Sate selama tiga hari," ujar Ketua SP TSK KSPSI Kota Cimahi Pepet Saepul Karim di sela aksi di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (29/6/2010).
Pihaknya bersama sejumlah buruh se-Bandung Raya meminta Pemprov Jabar membuka kembali Karst Citatah. Sebab, sekitar 40 ribu keluarga pekerja, termasuk pekerja pertambangannya, terancam mengalami kelaparan jika karst Citatah ditutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, mereka juga berencana menutup pintul tol Padalarang hingga Pasteur jika Pemprov Jabar tetap menutup Karst Citatah. "Kalau tidak dipedulikan setelah aksi ini, kami akan tutup pintu tol Padalarang sampai Pasteur," ancamnya.
Pemprov Jabar berencana mengkaji kembali izin penambangan kapur di Karst Citatah yang kerusakannya sudah sangat parah. Namun rencana ini ditentang pengusaha dan pekerja di sekitar Citatah.
Kerusakan karst Citatah yang membentang dari Tagogapu, Kecamatan Padalarang sampai Rajamandala, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat sepanjang 20 km sudah sangat parah. Menurut data Kelompok Riset Cekungan Bandungb (KRCB), akibat eksploitasi yang tidak terkendali, kerusakan karst Citatah diperkirakan sudah mencapai 70 persen. Apabila kondisi seperti sekarang dibiarkan, dalam 5-10 tahun ke depan karst Citatah akan hilang.
(ern/ern)










































