Dalam aksi ini, para buruh terlibat saling dorong dengan polisi yang berjaga di pintu depan Gedung Sate. Kejadian tersebut terjadi saat buruh mencoba masuk ke dalam Gedung Sate dan DPRD Provinsi Jabar untuk menyalurkan aspirasinya.
Para buruh mengecam pemerintah yang akan memberlakukan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) per 1 Juli nanti. Selain itu, mereka juga meminta Karst Citatah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dibuka kembali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saking banyaknya massa, arus lalu-lintas Jalan Diponegoro akhirnya dibuat menjadi satu jalur. Pantauan detikbandung, lebih dari 1.000 massa berkumpul di depan Gedung Sate.
Arus lalu lintas pun terganggu dan kendaraan hanya bisa dijalankan dengan kecepatan rendah. Aksi saling dorong sendiri hanya berlangsung sekitar 15 menit dari pukul 10.45 hingga 11.00 WIB.
Sekitar pukul 11.00 WIB, satu mobil bak terbuka datang ke lokasi dan diparkir tepat di depan Gedung Sate. Orasi pun dilakukan dan massa terus menyanyikan yel-yel.
Ketua SP TSK SPSI Kota Cimahi Pepet Saepul Karim mengatakan, demo dimaksudkan untuk menolak kenaikan TDL dan meminta dibukanya kembali Karst Citatah.
"Dampak kenaikan TDL sudah terasa sekarang, barang-barang sudah banyak yang naik. Dampaknya bisa terjadi banyaknya PHK terhadap kaum buruh," ujarnya di sela-sela aksi.
Sementara, massa masih melakukan aksi dan terus berorasi hingga saat ini.
(tya/ern)










































