Demo Buruh Tolak TDL Hampir Ricuh

Demo Buruh Tolak TDL Hampir Ricuh

- detikNews
Selasa, 29 Jun 2010 11:57 WIB
Demo Buruh Tolak TDL Hampir Ricuh
Bandung - Setelah diserbu massa dari HTI Jabar, Gedung Sate kembali digeruduk massa. Massa yang berunjuk rasa bergantian ini berkisar 1.000 buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit (SP TSK) KSPSI se-Bandung Raya.

Dalam aksi ini, para buruh terlibat saling dorong dengan polisi yang berjaga di pintu depan Gedung Sate. Kejadian tersebut terjadi saat buruh mencoba masuk ke dalam Gedung Sate dan DPRD Provinsi Jabar untuk menyalurkan aspirasinya.

Para buruh mengecam pemerintah yang akan memberlakukan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) per 1 Juli nanti. Selain itu, mereka juga meminta Karst Citatah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dibuka kembali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Massa aksi datang secara bergiliran. Perwakilan dari Kota Cimahi sampai lebih dulu sekitar pukul 10.30 WIB di depan Gedung Sate. Selang beberapa menit, perwakilan buruh dari sejumlah daerah terus berdatangan.

Saking banyaknya massa, arus lalu-lintas Jalan Diponegoro akhirnya dibuat menjadi satu jalur. Pantauan detikbandung, lebih dari 1.000 massa berkumpul di depan Gedung Sate.

Arus lalu lintas pun terganggu dan kendaraan hanya bisa dijalankan dengan kecepatan rendah. Aksi saling dorong sendiri hanya berlangsung sekitar 15 menit dari pukul 10.45 hingga 11.00 WIB.

Sekitar pukul 11.00 WIB, satu mobil bak terbuka datang ke lokasi dan diparkir tepat di depan Gedung Sate. Orasi pun dilakukan dan massa terus menyanyikan yel-yel.

Ketua SP TSK SPSI Kota Cimahi Pepet Saepul Karim mengatakan, demo dimaksudkan untuk menolak kenaikan TDL dan meminta dibukanya kembali Karst Citatah.

"Dampak kenaikan TDL sudah terasa sekarang, barang-barang sudah banyak yang naik. Dampaknya bisa terjadi banyaknya PHK terhadap kaum buruh," ujarnya di sela-sela aksi.

Sementara, massa masih melakukan aksi dan terus berorasi hingga saat ini.
(tya/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini