"Itu bukan saya yang ditangkap, tapi Darmawan," ujar Gunawan saat dihubungi wartawan via telepon selularnya, Rabu (23/6/2010). Darmawan yang dimaksud Gunawan adalah Ketua Tim Audit Kota Bekasi.
Gunawan pun mengaku kaget mendengar kabar penangkapan dirinya. "Saya sendiri kaget, ada kabar saya ditangkap. Termasuk ada kabar staf saya yang ditangkap, yang namanya Suharto," katanya.
Dituturkan Gunawan, hari Senin (21/6/2010) kemarin, ia berada di Jakarta untuk mengikuti technical meeting dan persiapan Sidang Badan. Kemudian Senin malam, Gunawan menerima telepon dari Suharto yang meminta izin.
"Katanya dia mau tugas ke Bekasi, tapi 1 jam kemudian saya justru dapat laporan bahwa beliau ditangkap KPK," tutur Gunawan.
Gunawan pun menduga, adanya kekeliruan inisial yang membuat penangkapan KPK terarah pada dirinya. "Mungkin ini kekeliruan inisial, karena KPK sempat mengeluarkan 3 inisialnya yang salahsatunya mengarah pada saya," imbunya.
Dalam proses pemeriksaan kasus ini dikatakan Gunawan, Darmawan bukan ditangkap melainkan hanya dimintai keterangan oleh KPK. Sementara Suharto menurutnya jelas tersangka karena tertangkap tangan oleh KPK. Dia juga mengaku, belum ada komunikasi lagi dengan Darmawan.
(tya/ern)











































