Kepala Lapas Sukamiskin Murdjito saat dihubungi detikbandung via telepon selularnya, Rabu (23/6/2010), mengatakan selain bisa melihat sel tahanan Presiden Soekarno, wisatawan juga bisa langsung bertatap muka dengan para napi. Selama ini menurutnya, masyarakat selalu memandang rendah para mantan napi.
"Selain untuk media pendidikan sejarah, dijadikannya Lapas Sukamiskin menjadi objek wisata juga untuk mengubah stigma masyarakat. Selama ini masyarakat punya pandangan yang negatif terhadap napi. Padahal mereka tidak tahu apa yang para napi lakukan selama di dalam (lapas-red)," ujar Murdjito.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di dalam lapas itu ada pesantren, sekolah, bengkel, service HP, dan keterampilan lainnya. Kita mau menunjukkan bahwa para napi ini telah bertobat dan berusaha untuk menjadi orang yang baik. Jadi saat keluar, masyarakat seharusnya dapat menerimanya dengan baik," tuturnya.
Disebutkan Murdjito, para napi di Lapas Sukamiskin telah diberikan sosialisasi tentang dijadikannya lapas jadi objek wisata. Menurutnya, para napi tersebut mau menerima dan tak merasa berkeberatan.
"Mereka tidak menolak, malah mereka berterimakasih untuk kesempatan memperlihatkan usaha yang dilakukan selama di dalam lapas," katanya. (tya/ern)











































