Tiga Alasan Harga Ayam Potong Meroket

Pedagang Mogok Massal

Tiga Alasan Harga Ayam Potong Meroket

Baban Gandapurnama - detikNews
Selasa, 22 Jun 2010 09:16 WIB
Tiga Alasan Harga Ayam Potong Meroket
Bandung -

Pedagang ayam potong di pasar tradisional di Kota Bandung sejak beberapa hari lalu mogok berjualan. Mereka gerah karena harga ayam yang tak stabil. Ada tiga alasan harga ayam potong meroket.

Pengurus Pedagang Ayam Pasar Cicadas, Yoyo Sutarya mengatakan, alasan pertama ialah langkanya day old chick (DOC) atau ayam ternak, kedua berkurangnya pasokan daging ayam ke kawasan Bandung Raya dan ketiga rencana naiknya tarif dasar listrik pada Juli nanti.

"Bentuk aksi mogok berjualan ini karena harga ayam broiler yang tak stabil. Jadi, pedagang itu kecewa," kata Yoyo saat berbincang dengan detikbandung via ponsel, Selasa (22/6/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yoyo menjelaskan, saat ini harga ayam dari peternak ke pedagang mengalami kenaikan sekitar 25 persen. Dia menuturkan, harga semula biasanya Rp 12 ribu per kilogram, berubah menjadi Rp 15 ribu per kilogram.

"Selain itu, bisa jadi penyebabnya karena DOC langka dan pasokan ayam ke Bandung juga berkurang. TDL juga mempengaruhi, karena peternak ayam butuh lampu besar untuk menghangatkan ayam usia 0-15 hari," papar Yoyo.

Yoyo menambahkan, harga normal ayam potong untuk dijual ke konsumen biasanya Rp 20 ribu per kilo hingga Rp 22 ribu per kilo. Namun kondisi saat ini, pedagang harus menjual kisaran harga Rp 26 ribu per kilo hingga Rp 30 ribu per kilo.

"Di tingkat supplier bisa mencapai Rp 16.500 per kilogram. Setelah ada proses biaya tenaga kerja, transportasi serta lainnya, maka harga dasar Rp 26 ribu. Padahal daya beli masyarakat atau konsumen pada angka Rp 23 ribu per kilo hingga Rp 24 ribu. Nah, kami enggak mau rugi, terpaksa harus mogok jualan," jelas Yoyo.

"Pemerintah dan pihak terkait harus segera mengatasi masalah ini," tuntutnya.

(bbp/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads