Hal itu diungkapkan Sekretaris Dinas Pertamanan Kota Bandung Arif Prasetya saat dihubungi via telepon selularnya, Sabtu (19/6/2010).
"Keinginan masyarakat, taman tersebut juga bisa jadi ruang publik untuk melakukan kegiatan sosial. Memang ada yang mengusulkan untuk membuat ornamen taman seperti catur raksasa, tapi masih kita kaji dulu." ujar Arif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi masih kita kaji dulu. Karena kan bidaknya nanti besar, harus dianalisis dulu bagaimana segi keamanannya," tuturnya. Usulan masyarakat tersebut menurutnya karena ingin adanya kegiatan sosial yang bisa dilakukan.
Keinginan lainnya dari masyarakat sekitar yaitu tetap adanya akses jalan, karena lahan di bawah kolong Jembatan Tersebut dulunya adalah penghubung perkampungan.
"Permintaan akses jalan akan kami berikan," kata Arif.
Dijelaskan Arif, taman yang di buat di kolong Jembatan Pasupati antara ruas Jalan Cihampelas dan Tamansari (Balubur-red) hanya akan dibangun taman 80 persennya saja. Sisanya akan dibuat ruang publik dan akses jalan untuk warga sekitar.
(tya/avi)











































