"Kecepatan anginnya 22 knot atau 1 knot itu 1,8 kilometer per jam," jelas Staff Data dan Informasi BMKG, Ani Hanifah, saat dihubungi wartawan via telepon.
Menurut dia, kondisi tadi di Sumatera ada pusaran angin tertutup dan di Australia terdapat palung bertekanan rendah. "Ini memicu pertumbuhan awan, karena perairan kita masih hangat. Maka itu akan berpotensi menjadi angin hujan tinggi yang disertai petir juga," terang Ani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi yang detikbandung, angin kencang itu terasa di sejumlah kawasan seperti Ciumbuleuit, Dipatikukur, Gasibu, Padasuka dan Setiabudhi. Bahkan, enam tenda untuk stand acara yang terpasang di Gasibu, Jalan Diponegoro, tumbang tertiup angin.
(bbp/ern)










































