Mayoritas peserta tersebut tidak membawa ijazah. Padahal, dalam kartu peserta, jelas-jelas tercantum kalau peserta harus membawa foto copy ijazah yang telah
dilegalisasi atau tanda lulus asli.
"Tadi lupa bawa ijazahnya," kata Bachtiar (18) saat ditemui di Sekretariat SNMPTN Panitia Lokal (Panlok) Bandung, Rabu (16/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pengawas mencatat para peserta yang tidak membawa ijazah sebelum ujian berlangsung. Mereka diberi selembar kertas sebagai bukti untuk nanti menghadap panitia. Kemudian, panitia meminta alasan mereka dan berharap tidak terulang lagi.
Humas SNMPTN Panlok Bandung, Weny Widyowati mengatakan, syarat harus membawa foto copy ijazah atau tanda lulus asli itu baru diberlakukan tahun ini. Pihaknya sudah menduga kalau kejadian tersebut bakal terjadi.
"Ini merupakan bagian verifikasi peserta. Langkah tersebut, merupakan salah satu cara mencegah praktik perjokian," kata Weny.
Adanya belasan peserta SNMPTN yang tak mematuhi aturan, sangat disesalkan Weny. "Sepertinya mereka selama ini tidak membaca buku panduan. Tetapi, mereka tadi tetap bisa ujian," ujarnya.
Weny menambahkan peserta SNMPTN nasional pada 2010 totalnya 447.063. Sementara peserta SNMPTN 2010 di Panlok Bandung berjumlah 27.991 orang.
"Jadi tidak semua peserta di Bandung itu berebut masuk keempat PTN di Bandung. Yang melaksanakan di kota lain pun bisa juga memilih pilihannya ke PTN yang ada di Bandung," papar Weny.
Untuk empat perguruan tinggi negeri (PTN) di Bandung yaitu Unpad, ITB, UPI dan UIN Gunung Djati totak kuotanya 7.215.
(bbp/ern)











































