SNMPTN 2010 di Bandung Diwarnai Aksi Protes Peserta Tunanetra

SNMPTN 2010 di Bandung Diwarnai Aksi Protes Peserta Tunanetra

Baban Gandapurnama - detikNews
Rabu, 16 Jun 2010 12:59 WIB
SNMPTN 2010 di Bandung Diwarnai Aksi Protes Peserta Tunanetra
Bandung - Ujian SNMPTN 2010 di Bandung diwarnai protes dari peserta tunanetra maupun pendampingnya yang menganggap waktu yang diberikan panitia terlampau cepat. Soal ujian yang harus dibacakan berulang-ulang dan soal bergambar menjadi kendala mereka.

Lyana Gunawan (60), pendamping peserta tunanetra Agus Sampurna (20), menyatakan waktu yang diberikan panitia bagi peserta tunanetra dirasakan tak adil. Sebab, pengerjaan soal bagi peserta tunanetra berbeda dengan yang peserta normal. Peserta tunanetra memerlukan pendamping yang membacakan soal, serta satu pendamping lain yang mengisi lembar jawaban.

"Waktunya sangat sebentar untuk kondisi tunanetra, dan ini jelas menyulitkan, sebab saya harus membacakan berulang-ulang terutama untuk soal yang bergambar," ujar Lyana di Sekretariat Panlok Bandung di ITB, Jalan Ganeca, Rabu (16/6/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Protes Lyana disampaikan usai ujian pertama yaitu tes kemampuan akademik yang berlangsung pukul 08.00 WIB hingga 09.00 WIB. Seharusnya, kata Lyana, ada penambahan waktu bagi peserta tunanetra. "Idealnya sih ada soal braile, tapi kalau enggak ada, ya waktunya ditambah," katanya.

Menurut dia yang baru pertama kali menjadi pendamping, kesulitan bagi pendamping saat harus membacakan soal ujian bergambar. Dari 75 soal, sebanyak 25 soal bergambar. "Itu soal bergambar ada yang bentuk pilihan, jadi harus diulang-ulang," tuturnya.

Sementara itu, Agus Sampurna, peserta tunanetra, mengaku selama ada simulasi ujian, tidak pernah ada soal bergambar. Makanya dia mengaku kesulitan mencerna soal bergambar. "Dari 75 soal, cuma 45 soal yang terjawab," ungkapnya yang berencana mengambil Jurusan Pendidikan Luar Biasa UPI untuk pilihan pertama dan Pendidikan Luar Sekolah UPI, untuk pilihan kedua.

Tim Penjamin Mutu SNMPTN Adang Surahman yang ditemui di tempat yang sama, mengatakan protes dari peserta tunanetra itu akan menjadi masukan. "Ini akan kita diskusikan dulu dan kaji lebih dalam lagi," janjinya.

(ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads