"Sesuai janji saya, tentu ada uang kadeudeuh atau lebih tepatnya disebut uang pembinaan yang diberikan pemprov terhadap kafilah Jabar. Apalagi, mereka menjadikan Jabar sebagai juara umum," ujar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, di Gedung Pakuan, Jalan Otista, Senin (14/6/2010) petang.
Untuk juara I yang terdiri dari 9 cabang mendapatkan masing-masing Rp50 juta per cabang. Juara II mendapat Rp40 juta untuk masing-masing cabang yang terdiri dari 6 cabang. Sementara juara III masing-masing memperoleh Rp20 juta untuk dua cabang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dananya sendiri, kata Heryawan, dialokasikan dari APBD Provinsi Jabar. "Dananya dari APBD dong, masa dari Gubernur? Gubernur kan kan punya duit. Tidak mungkin gaji gubernur cukup dan sampai untuk itu," kelakarnya.
Bagi mereka yang masih berstatus pelajar atau mahasisa, sambung Heryawan, pihaknya berharap digunakan untuk biaya pendidikan. Hal itu agar para kafilah mendapatkan ilmu di dunia pendidikan. Sementara bagi yang sudah bukan berstatus pelajar atau mahasiswa, ia menyarankan agar dijadikan modal usaha. "Hal ini agar masa depan mereka lebih baik," tuturnya.
Kafilah Jabar sendiri menempati peringkat pertama dalam lomba MTQ tingkat nasional kali ini setelah mengumpulkan 9 medali emas, 6 perak, dan 2 perunggu. Total perolehan nilainya sendiri ialah 65. Jabar mengungguli Provinsi DKI Jakarta yang menempati posisi dua dan Provinsi Banten di urutan ketiga.
(tya/ern)











































