"Saya berharap, Duta Batik bisa membuat batik lebih gaul lagi. Tidak hanya dipakai saat acara-acara resmi, tapi untuk gaul di mall dengan batik juga bisa," ujar Dede Yusuf saat memberikan sambutan dalam malam pemilihan Duta Batik Jawa Barat di Union Square Ciwalk, Jalan Cihampelas, Sabtu (12/6/2010) malam.
Menurut Dede, Duta Batik Jabar jangan hanya cukup pada mencintai dan melestarikan batik, namun juga harus paham dengan makna batik itu sendiri.
Sama halnya dengan istrinya, Sendy Yusuf yang merupakan Ketua Yayasan Batik Jawa Barat, Dede juga berharap ajang pemilihan Duta Batik Jabar dapat dilakukan secara rutin.
"Bahkan kalau bisa, ajang ini digulirkan jadi agenda wisata yang menarik, karena batik Jabar ini sudah mulai terkenal," tambahnya.
Dede berharap seluruh kabupaten dan kota yang ada di Jabar dapat memiliki batik dengan coraknya masing-masing. "Kami akan terus mendorong para pelaku batik untuk terus berkembang dengan memiliki corak atau motifnya sendiri. Seperti konsep batik Kota Cimahi yang ada gambar tank atau granatnya, atau Depok dengan nanasnya," jelas Dede.
Batik, ujar Dede, adalah warisan budaya yang begitu dekat dengan kehidupan masyarakat. Mulai sejak lahir hingga meninggal, kata Dede, manusia tak lepas dari batik.
"Begitu lahir, kita kan langsung dibungkus batik, kerja pakai batik, wisuda pakai batik, bahkan meninggal pun kita dibungkus dengan batik. Batik adalah bagian dari hidup kita semua," paparnya.
(tya/avi)











































