Trisa dan Asran Jadi Duta Batik Pertama Jabar

Trisa dan Asran Jadi Duta Batik Pertama Jabar

- detikNews
Minggu, 13 Jun 2010 06:31 WIB
Trisa dan Asran Jadi Duta Batik Pertama Jabar
Bandung - Duta batik Jawa Barat yang pertama telah terpilih. Trisa Melati (22) dan Asran Aga Shady (20) berhasil mengungguli 18 finalis lainnya.

Sebelumnya, Trisa dan Asran masuk dalam 10 besar finalis bersama Hanugiarti Fitria, Wahyu Perdana, Citra Yolanda, Muchamad Shandy Friyadi, Anarima Desianti Savitri, Rendi Krisliandi, Pradipta Dirgantara, dan Ria Sawitri.

Pada sesi 10 besar finalis, mereka pun mendapatkan pertanyaan dari 1 dari 3 juri yang hadir untuk menilai. Mereka yaitu Kania Handiman Roesli dari Rumah Musik Harry Roesli (RMHR), Komarudin Kudiya dari Batik Komar yang juga Ketua Harian Yayasan Batik Jabar, dan Hetty S dari Disparbud Jabar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari 4 pasang yang tersisa, terpilih 1 pasang sebagai Runner Up, 1 pasang Runner Up 1, dan 1 pasang lagi untuk juara favorit.

Duta Batik Jabar 2010 langsung menerima sejumlah hadiah serta Piala Duta batik dari Wagub untuk yang pertama kalinya. "Agenda terdekat, rencananya kami akan ke Cirebon untuk bertemu dengan para pengrajin batik disana," ujar Trisa saat ditemui wartawan usai acara Pemilihan Duta Batik Jawa Barat 2010 di Union Square Ciwalk, Jalan Cihampelas, Sabtu (12/6/2010) malam.

Trisa yang merupakan lulusan teknik Kriya ITB tersebut ternyata berencana meneruskan kuliah di Belanda pada Sepetember ini. Atas rencananya itu Trisa akan membicarakannya dengan juri dan panitia.

"Saya akan bicarakan dulu," kata Trisa yang mengaku akan mengambil jurusan Art History di Belanda.

Jika tetap harus berangkat, gadis yang lahir di Bandung 30 desember 1987 itu menyatakan akan terus menjadi Duta Batik Jabar dengan mempromosikan batik di sana.

"Kalau ada event di Belanda atau eropa, saya pasti bantu. Saya juga ingin membuat penelitian atau buku tentang batik," paparnya. Jurusan yang diambil di Belanda diharapkan Trisa juga dapat membantunya mengembangkan batik.

Sementara itu, Asran menyatakan ingin memajukan bati Jabar, terlebih daerah yang batiknya belum dikenal masyarakat luas. "Ada banyak sekali batik di Jabar, seperti dari Cianjur, atau Banyumas. Bukan hanya cirebon saja yang dimiliki Jabar. Saya ingin atensi batik Jabar semakin tinggi," tuturnya.

Asran mengaku, selama ini ia sering menggunakan batik dengan gaya yang tidak terkesan formal. "Misalnya saya pakai kaos lalu pakai batik tanpa dikancing, kan jadinya kasual. Saya inginnya batik tidak melulu untuk resmi," kata pemuda yang menguasai Bahasa Inggris, Arab dan Serbia itu. Asran ternyata Duta Bahasa pada tahun 2009 lalu.
(tya/ern)


Berita Terkait