Kampung World Cup Cari Pemain Muda Berbakat Kurang Mampu

Kampung World Cup Cari Pemain Muda Berbakat Kurang Mampu

- detikNews
Kamis, 10 Jun 2010 19:42 WIB
Kampung World Cup Cari Pemain Muda Berbakat Kurang Mampu
Bandung - Football Plus Akademi gelar turnamen Kampung World Cup U-15 yang fokus pada pemain pemula berbakat dari 16 kecamatan di Bandung, pada 14-20 Juni mendatang.

Selain itu kegiatan ini sekaligus bertujuan meningkatkan kepekaan akan bahaya rokok dan HIV Aids bekerjasama dengan Yayasan Mitra Citra remaja (YMCR).

Kampung World cup ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para pemain muda berbakat yang kurang mampu agar mereka bisa merasakan turnamen sepak bola layaknya piala dunia

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita football Plus akademi tidak hanya fokus pada sepak bola tapi kita memiliki nilai plus yaitu menciptakan gaya hidup sehat melalui sepak bola," Ujar Stef Van Meerveld, CEO Footbal Plus saat konfrensi pers di kasnhtor Football plus, Jalan Gunung Agung 14 Ciumbuleuit bandung, Kamis (10/6/2010).

Turnamen ini akan diikuti oleh 32 tim yang akan dibagi dalam 4 babak seleksi kualifikasi yaitu wilayah Bandung timur pada Senin, 14 Juni di lapangan Sesko AD, Bandung Barat pada Selasa, 15 Juni di Lapangan Batununggal, Bandung  Selatan pada Kamis 17 Juni di Lapangan Batununggal dan Bandung Utara pada Jum’at, 18 Juni di Lapangan Cianja.

Setiap wilayah terdiri dari 8 tim yang akan dibagi dalam 2 Group A dan B. Masing-masing tim akan diberi nama Negara peserta piala dunia.

Selanjutnya 2 tim teratas dari setiap wilayah akan masuk babak final yang akan diselenggarakan di lapangan Bandung International School di Jalan Surya Sumantri tanggal 20 Juni 2010.

Layaknya piala dunia, Football Plus akan memberikan Replika Trophy Piala Dunia pada pemenang. "Turnamen ini tanpa biaya pendaftaran dan tanpa seleksi, pendataran akan ditutup pada tanggal 11 Juni besok, dan sampai saat ini sudah terdaftar 28 tim dari 16 kecamatan dan 2 tim dari Cirebon. Saya harap acara Kampung World Cup ini dapat memberi kebahagiaan tersendiri bagi para peserta," jelas Stef.

Ketika disinggung bagaimana cara sosialisasi bahaya rokok dan HIV AIDS dalam event ini, Meita Nisa Handini selaku Koordinator dan Advokasi YMCR dalam Konfrensi Pers menuturkan pihaknya akan membagikan leaflet soal informasi bahaya Rokok dan HIV kepada para peserta dan pengunjung.

"Tak hanya itu, mereka juga diberi kesempatan untuk berkonsultasi langsung," katanya.

(ern/tya)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini