Tanaman Antipikun dan Pengusir Bau Badan di Taman TOKA

Tanaman Antipikun dan Pengusir Bau Badan di Taman TOKA

Baban Gandapurnama - detikNews
Sabtu, 05 Jun 2010 13:20 WIB
Tanaman Antipikun dan Pengusir Bau Badan di Taman TOKA
Bandung - Taman Tanaman Obat, Kosmetik dan Aromatik (TOKA) yang dibangun di area kampus Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB), terdiri dari 100 macam tanaman. Uniknya, mayoritas tanaman ini memiliki khasiat bagi kesehatan manusia, seperti antipikun serta mengatasi bau badan.

"Ada tanaman namanya Pegagan. Ya, tanaman ini khasiatnya untuk nutrisi otak atau lebih dikenal antipikun. Orangtua dulu sering mengonsumsinya, bahkan yang saat ini usianya 90 tahun memiliki daya ingat kuat atau enggak pikun," jelas Head of Community Development Martha Tilaar, Heru D Wardana, disela-sela peresmian Taman TOKA di kampus ITB, Kota Bandung, Sabtu (5/6/2010).

Heru mengatakan tanaman Pegagan ini memiliki nama latin Centella Asiatica. Menurutnya, tanaman tersebut salah satu sumber daya hayati asli Indonesia yang bisa tumbuh liar. Tanaman merambat ini sangat cocok dengan kondisi iklim di Kota Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cara mengonsumsinya dengan cara dimakan dan diminum. Satu genggam daun Pegagan bisa dijadikan lalap serta direbus. Segenggam itu untuk sekali minum," ujar Heru.

Selain itu hadir juga tanaman yang khasiatnya mampu mengatasi bau badan. Salah satunya ialah tanaman bernama Pacar Cina. "Caranya sama saja. Kita merebus daun, kemudian meminum airnya. Khasiat tanaman ini mengatasai keringat di badan yang menimbulkan bau," ungkap Heru.

Ia menambahkan, di Taman TOKA ini ada sekitar 100 macam tanaman yang merupakan bantuan Martha Tilaar Group. Antara lain tanaman Rosmeri (pengusir nyamuk), Daun Dewa (antikanker), Jawer Kotok (wasir, sakit pinggang).

Sementara itu, Dekan Sekolah Farmasi ITB Tutus Gusnidar mengatakan, Taman Toka ini dibangun di atas tanah seluas 800 meter persegi. Taman ini, kata dia, pertama kali di Indonesia yang berada di lingkungan kampus yang menyatukan tiga jenis tanaman yaitu obat, kosmetik dan aromatik.

"Model taman seperti ini ke depannya bisa ditiru oleh masyarakat. Tentu saja, mahasiswa jurusan Farmasi di ITB bisa membawa konsep tersebut saat nanti berkunjung ke pedesaan," tuturnya.

(bbp/bbp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads