"Ada tanaman namanya Pegagan. Ya, tanaman ini khasiatnya untuk nutrisi otak atau lebih dikenal antipikun. Orangtua dulu sering mengonsumsinya, bahkan yang saat ini usianya 90 tahun memiliki daya ingat kuat atau enggak pikun," jelas Head of Community Development Martha Tilaar, Heru D Wardana, disela-sela peresmian Taman TOKA di kampus ITB, Kota Bandung, Sabtu (5/6/2010).
Heru mengatakan tanaman Pegagan ini memiliki nama latin Centella Asiatica. Menurutnya, tanaman tersebut salah satu sumber daya hayati asli Indonesia yang bisa tumbuh liar. Tanaman merambat ini sangat cocok dengan kondisi iklim di Kota Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu hadir juga tanaman yang khasiatnya mampu mengatasi bau badan. Salah satunya ialah tanaman bernama Pacar Cina. "Caranya sama saja. Kita merebus daun, kemudian meminum airnya. Khasiat tanaman ini mengatasai keringat di badan yang menimbulkan bau," ungkap Heru.
Ia menambahkan, di Taman TOKA ini ada sekitar 100 macam tanaman yang merupakan bantuan Martha Tilaar Group. Antara lain tanaman Rosmeri (pengusir nyamuk), Daun Dewa (antikanker), Jawer Kotok (wasir, sakit pinggang).
Sementara itu, Dekan Sekolah Farmasi ITB Tutus Gusnidar mengatakan, Taman Toka ini dibangun di atas tanah seluas 800 meter persegi. Taman ini, kata dia, pertama kali di Indonesia yang berada di lingkungan kampus yang menyatukan tiga jenis tanaman yaitu obat, kosmetik dan aromatik.
"Model taman seperti ini ke depannya bisa ditiru oleh masyarakat. Tentu saja, mahasiswa jurusan Farmasi di ITB bisa membawa konsep tersebut saat nanti berkunjung ke pedesaan," tuturnya.
(bbp/bbp)











































