Menyusul kedua saudara kembarnya, bayi laki-laki Umi Chomsatun (29) akhirnya menghembuskan napasnya setelah bertahan 29 jam, sejak dilahirkan pada pukul 10.00 WIB, Kamis (3/6/2010). Bayi laki-laki yang belum diberi nama itu, meninggal sebelum sempat dibawa ke RS Borromeus Bandung.
""Sekarang, bayi Umi hanya satu bayi, yaitu yang perempuan. Karena yang bayi laki-laki meninggal dunia tadi sore pukul 15.00 WIB, sebelum dibawa ke RS Borromeus," ujar Minardi rekan kerja Umi di PT Kahatex, yang selalu mendampingi Umi, saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Jumat (4/6/2010).
Dituturkan Minardi, meninggalnya bayi pertama Umi itu diduga sama dengan 2 bayi sebelumnya. "Seharusnya kan bayi-bayi itu dapat bantuan alat. Sama dengan bayi sebelumnya sepertinya bayi mengalami gagal nafas," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenazah bayi rencananya akan langsung dimakamkan pada malam ini juga. Namun lokasinya berbeda dengan 2 bayi sebelumnya yang dimakamkan di TPU Sukamaju Cijerah.
"Malam ini langsung dimakamkan tapi bukan di tempat yang tadi pagi. Yang ini dimakamkan dekat rumah," ungkapnya.
Kamis (3/6/2010), Umi melahirkan 4 bayi kembar di RS Cibabat, padahal usia kandungan Umi baru mau menginjak 6,5 bulan. Akibatnya, berat badan bayi kecil.
Hanya bertahan sekitar 12 jam, 2 bayi Umi meninggal dunia akibat mengalami sesak nafas berat. Seharusnya, sejak awal melahirkan, bayi Umi ditangani di RS yang memiliki NICU. Namun karena tak mempunyai uang, keempat bayi Umi tak bisa dibawa ke RS Borromeus, sebab sebelumnya ada kabar harus bayar Rp 7,5 juta per bayi sebagai jaminan. RS pemerintah RSHS, dikabarkan ruangan NICU-nya penuh.
(tya/ern)










































