"Kami terus berupaya dengan berkoordinasi dengan RSHS. Kami terus menerus menanyakan, apakah 2 bayi ini sudah bisa dirawat di NICU atau tidak," ujar Wakil Direktur RSUD Cibabat Huzein Rachmadi kepada wartawan, Jumat (4/6/2010).
Menurut Huzein, pihaknya akan langsung mengirim kedua bayi tersebut jika sudah menerima kabar ada kamar kosong dari RSHS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut ujar Huzein, saat terakhir kali dihubungi sekitar pukul 10.00 WIB, RSHS menyatakan NICU masih penuh. "Mudah-mudahan bisa secepatnya. Hari ini juga kalau ada," tambahnya.
Diakui Huzein, kelahiran bayi kembar 4 ini merupakan yang pertama kalinya terjadi di RS Cibabat. Menurutnya, selama ini kalaupun ada bayi kembar, paling hanya kembar 2 atau 3.
Umi adalah buruh PT Kahatex Cimahi, sementara suaminya Purwadi (43) berjualan mie ayam. Kini kondisi keempat bayi itu dalam keadaan kritis. Karena tak sanggup menangani, pihak RS merujuk ke RS Borromeus Bandung. Sayangnya, keempat bayi itu tak bisa langsung dibawa sebab pihak RS meminta uang jaminan Rp 7,5 juta untuk setiap bayi.
Bagi yang ingin ikut menymbangkan sebagian hartanya untuk Umi dan keluarga bisa menghubungi ke telepon suaminya di nomor 081394145414.
(tya/avi)










































