Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung Mohamad Koswara saat dihubungi detikbandung melalui telepon selularnya, Kamis (3/6/2010).
"Jumlah gepeng yang terdata di sensus 2010 ada 459 orang, padahal pada sensus tahun 2000 lalu, jumlah gepeng hanya sekitar 100 orang," ujar Koswara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pendataan diantaranya dilakukan di sekitar alun-alun, stasiun, terminal, kolong jembatan Pasupati dan tempat yang banyak gepengnya," sebutnya.
Berdasarkan pendataan gepeng tersebut, sekitar 40 persen gepeng ditemukan di sekitaran alun-alun. "Paling banyak di sekitar alun-alun dan Jalan Asia Afrika," ungkap Koswara.
Kebanyakan gepeng juga bukan berasal dari Kota Bandung, melainkan berasal dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Sumedang. "Kebanyakan dari Cililin, Ciwidey, Sumedang, dan daerah lain di luar Bandung," terangnya.
Meningkatnya jumlah gepeng, dinilai Koswara diakibatkan beban ekonomi yang semakin sulit. "Faktor meningkatnya gepeng pasti terkait ekonomi yang sulit," katanya.
(tya/avi)











































