Koordinator Travel Mart Indriani Handyastuti mengatakan acara ini merupakan ajang uji kompetensi yang dilakukan mahasiswa semester IV Jurusan Perjalanan dengan Event Organizer mahasiswa semester VI.
"Jadi mahasiswa IV sebagai saler yang menawarkan paket wisata dan dijual kepada buyer, di mana si buyer itu diundang panitia tanpa sepengetahuan saler. Orang-orang yang jadi buyer berasal dari pendidik, Asita, dan perhimpunan pramuwisata," jelas Indriani di sela-sela acara, di Dome STPB, Jalan Setiabudhi, Rabu (2/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara delapan provinsi yang adalah Nangroe Aceh Darussalam, Bangka Belitung, Sumbar, NTB, Flores, Kalimantan Timur, Sulut, dan Maluku.
"Nanti yang dinilai itu cara si mahasiswa menjual dan apabila si buyer pakai bahasa asing, seperti Inggris atau Perancis, ya si saler harus bisa. Selain itu teknik penjualannya juga kita akan nilai," katanya.
Β
Satu booth terdiri dari empat hingga lima orang. Salah satu di antara mereka mengenakan pakaian adat daerah, sesuai dengan provinsinya. Selain itu, diperlihatkan juga tarian ke delapan provinsi.
Acara ini juga disemarakkan pedagang makanan yang berada di sekitar lokasi. "Kami sengaja melibatkan pedagang-pedagang sekitar serta menyediakan makanan khas daerah misalkan empek-empek, tahu gejrot, dan tempe mendoan," tutur Indriani.
(ern/ern)











































