"Uang palsunya dari kenalan asal Magelang yang bekerja sebagai penjual di pasar. Kalau saya hanya menjampi-jampi dan menghaluskan uang dengan alat penggiling molen," kata pria yang mengaku sebagai dukun sejak 1993 saat ditemui di Mapolwiltabes Bandung, Selasa (1/6/2010).
Ia mengungkapkan, konsumen datang kepadanya dan meminta agar uang bisa dilipatgandakan. Lalu, SNY melakukan ritual puasa tiga hari untuk meyakini pasiennya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah ada konsumen dari kalangan pejabat? "Saya enggak tahu satu persatu profesinya," papar SNY sambil menggaruk-garuk kepalanya.
Pria ini punya sebutan Mbah Jaka. Ia mengaku dibekali kemampuan supranatural hasil berilmu ke sejumlah daerah. "Ya, bisa meramal, mengobati orang dan mengatasi guna-guna," tuturnya sembari terkekeh.
Kendati pengakuannya seperti itu, polisi tetap menduga lembaran uang palsu dibuat oleh SNY. "Di rumahnya, kami menemukan satu barang bukti hardisk, alat satu penggiling molen dan satu buah alat penyinar," jelas Kasatreskrim Polwiltabes Bandung AKBP Arman Achdiat.
(bbp/ern)











































