"Jadi si tersangka melakukan ritual untuk menyempurnakan uang palsu sehingga terlihat uang asli," ujar Kapolwiltabes Bandung Kombes Pol Imam Budi Supeno di Mapolwiltabes Bandung, Jalan Jawa, Selasa (1/6/2010).
Untuk tahap pertama, si dukun menyortir uang palsu yang sudah dicetak. Uang palsu yang dinilai mempunyai kualitas baik, kemudian dihaluskan lagi. "Setelah itu untuk penyempurnaan, si tersangka melakukan ritual puasa selama tiga hari dan baca wirid dari ba'da Maghrib hingga Isya," tutur Imam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Uang ini 90 persen mirip dengan yang aslinya, hanya kertas saja yang beda," ujar Imam.
SNY dan dua kaki tanggannya membuka praktik penggandaan uang. SNY berperan sebagai dukun, sementara kaki tangannya KST (50) dan JH (50) bertugas mencari mangsa. Modus penggandaan uang ini, 1:3 atau 1:5. Jadi jika uang asli Rp 1 juta, maka akan mendapat Rp 3 juta uang palsu. Konsumen sendiri tidak mengetahui jika uang hasil penggandaan itu uang palsu.
(ern/ern)











































