"Kegiatan ini sudah berlangsung sejak enam bulan lalu. Tujuannya sebagai empati pihak Polri terhadap masyarakat yang terkena musibah akibat lakalantas," jelas Kanit Lakalantas Polwiltabes Bandung AKP Asep Saepudin di Mapolwiltabes Bandung, Kamis (27/5/2010).
Menurut Asep, ada dua jenis karangan bunga yang diberikan bagi korban lakalantas yang ditangani Satlantas Polwiltabes Bandung. Korban yang tewas di lokasi kejadian dan rumah sakit diberi bunga duka. Sementara korban luka mendapat bunga empati. Para korban sebelumnya dicatat identitas dan alamat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asep menjelaskan, jumlah rata-rata kejadian lakalantas di wilayah Kota Bandung setiap bulannya 50 tempat kejadian perkara. Hampir 80 persennya dialami pengendara roda dua.
"Setiap bulannya dua hingga empat orang yang meninggal akibat lakalantas. Kalau korban luka luka sekitar 10 orang," ujar Asep.
Karangan bunga itu, tutur Asep, disisipi juga surat atas nama Kapolwiltabes Bandung Kombes Pol Imam Budi Supeno dan Kasatlantas Polwiltabes AKBP Prahoro Tri Wahyono.
Isi surat untuk bunga empati bertulis, 'Kami Jajaran Polwiltabes Bandung Mengucapkan Turut Berempati Atas Musibah Yang Dialami (atas nama korban). Semoga Segera Sembuh'.
Kalau isi surat untuk bunga duka bertulis, 'Kami Jajaran Polwiltabes Bandung Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Musibah Yang Dialami ( atas nama korban). Semoga Amal Ibadahnya Diterima Tuhan. Keluarga yang ditinggalkan Diberi Kesabaran'.
"Tak hanya memberikan bunga saja. Kami juga mengikuti prosesi pemakaman korban yang meninggal. Empati ini membuat keluarga korban terharu. Ucapan rasa terima kasih terus terucap kepada kami," ujar Asep.
(bbp/ema)











































