Yati (22), teman sejurusan Zul di Kimia ITB dan juga berteman di facebook, mengatakan saat membaca posting Zul pada 2 Mei 2010 lalu, dia langsung memberi komen yang isinya meminta Zul untuk menghapus statusnya, sebelum ada yang ambil screenshoot status facebooknya.
"Pas baca, saya merasa kurang enak. Saya kasih komen, Zul hapus Zul," ujarnya saat ditemui detikbandung di Kampus ITB, Jalan Ganesa, Rabu (19/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yati menilai isi postingan Zul merupakan emosi sesaat, yang tidak dipikirkan akibatnya oleh Zul. "Dia anaknya ceplas ceplos, biasa ungkapkan apa yang dia rasakan," ungkapnya.
2 Mei 2010 lalu, usai pertandingan Persib vs Persipura, Zul menuliskan status di facebook miliknya yang bernada SARA. Hal ini memicu reaksi keras dari warga Papua di Bandung. Keesokan harinya, Zul memposting permintaan maaf atas statusnya yang menyinggung warga Papua itu.
Penelusuran detikbandung, di beberapa blog dan forum diskusi, kasus rasis ini menjadi pembicaraan hangat. Akun facebook mahasiswa ITB itu saat ini sudah tidak aktif. Namun screenshoot status facebook tersebut telah beredar luas di jagad maya.
(ern/ern)











































