Namun hal tersebut dibantah Kepala Lembaga Kemahasiswaan ITB, Brian Yuliarto, saat menggelar jumpa pers di Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Selasa (18/5/2010).
"Memang pernah kami melakukan pertemuan dengan perwakilan warga Papua. Saat itu kami sekaligus silaturahmi dan ada kesepakatan kalau kasus ini jangan terulang kembali," ujar Brian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2 Mei 2010 lalu, usai pertandingan Persib vs Persipura, Zulfikry Imadul Bilad, mahasiswa Kimia ITB menuliskan status di facebook miliknya yang bernada SARA. Hal ini memicu reaksi keras dari warga Papua di Bandung.
Penelusuran detikbandung, di beberapa blog dan forum diskusi, kasus rasis ini menjadi pembicaraan hangat. Akun facebook mahasiswa ITB itu saat ini sudah tidak aktif. Namun screenshoot status facebook tersebut telah beredar luas di jagad maya.
(bbp/ern)











































