Dalam statusnya, mahasiswa kimia ITB ini menuliskan kalimat yang sangat menyinggung masyarakat Papua. Status tersebut ditulisnya usai pertandingan sepak bola antara Persib dengan Persipura pada tanggal 2 Mei 2010.
Kontan status ini langsung mendapat reaksi keras dari komunitas mahasiswa Papua. Sekitar 100 orang dari Solidaritas Mahasiswa Papua Peduli Anti Rasis di Indonesia berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (18/5/2010).
"Kami bagian dari Indonesia raya. Kami minoritas, tapi kami juga orang Indonesia. Kami harap kasus ini (rasis - red) tidak lagi terjadi di Indonesia," ujar Yohanes Okdinon, koordinator aksi.
Aksi ini, tambah Yohanes, merupakan bentuk penolakan atas perilaku rasis yang masih terjadi di Indonesia. "Sering kali terjadi. Tapi kita tidak memiliki bukti. Kebetulan kasus ini kita punya buktinya," katanya.
Massa membawa beberapa poster yang antara lain isinya 'Rasisme terhadap orang Papua=melanggar HAM orang Papua. Stop Rasisme', 'Kembalikan harga diri kami orang papua'. Massa juga membentangkan spandul warna biru ukuran 1x5 meter yang bertuliskan 'Solidaritas Mahasiswa Papua Peduli Anti Rasis di Indonesia'.
Penelusuran detikbandung, di beberapa blog dan forum diskusi, kasus rasis ini menjadi pembicaraan hangat. Akun facebook mahasiswa ITB itu saat ini sudah tidak aktif. Namun screenshoot status facebook tersebut telah beredar luas di jagad maya.
(ern/ern)











































