Komnas HAM menyesalkan tidak ada satupun perusahaan penerbit dan percetakan yang tertarik memproduksi buku braile. Rencananya, Komnas HAM bakal mendatangi
sejumlah penerbit di Indonesia untuk memberikan sosialisasi.
"Program Corporate Social Responsibility mereka tidak berjalan. Itu yang kami sesalkan karena perusahaan penerbit tidak tertarik memberikan konstribusi untuk membuat buku braile," ujar Komisioner Subkomisi Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM, Saharuddin Daming, di PSBN Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Senin (17/5/2010).
Saharuddin mengungkapkan hal tersebut saat menanggapi Hari Buku Nasional yang berlangsung hari ini. Menurutnya, pihak penerbit dan percetakan mesti memiliki kesadaran untuk berpihak kepada kalangan tunanetra di Indonesia. Sebab, kata Saharuddin, kaum difabel memiliki hak setara dengan masyarakat Indonesia lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saharuddin menambahkan, demi memperjuangkan hak-hak kaum difabel pihaknya berencana bertemu dengan penerbit buku. "Ini merupakan isu baru bagi kami. Secepatnya akan diagendakan untuk sosialisasi ke penerbit mengenai hal tersebut," ujar Saharuddin.
(bbp/ern)











































