Dipasangnya dua pohon pisang tersebut dilakukan oleh warga sekitar karena di jalan tersebut seringkali memakan korban.
Pohon itu dipasang oleh pekerja di bengkel yang berada di dekat lubang tersebut, karena melihat banyak korban jatuh setiap harinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pohon pisang tersebut, kata Ujang baru dipasang Minggu (16/5/2010) kemarin, sementara sebuah pembatas jalan dari Polresta Bandung Barat juga dipasang di sekitar pohon pisang tersebut.
Sementara itu, dituturkan Adang (55) penjual brownies yang berada di pinggir Jalan Pasteur mengatakan pagi tadi ia melihat ada yang memasang pita kuning di sekitar jalan rusak tersebut.
Pita kuning tersebut bertuliskan hati-hati pekerjaan jalan Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP).
"Itu petugas dari PU karena pakai motornya plat merah, lalu pasang pita kuning disitu," kata Adang.
Adang mengatakan, lubang tersebut tidak terlalu dalam, hanya sekitar 10 centimeter. Namun karena Pasteur adalah jalur padat dan cepat sehingga banyak kendaraan yang terperosok ke lubang itu.
"Setiap hari ada saja dua atau 3 motor yang jatuh di tempat tersebut, yang nolongnya anak-anak bengkel itu," tuturnya.
Pantauan detikbandung, jalan rusak tersebut tidak berbentuk lubang, melainkan berbentuk persegi. Kedua pohon pisang tersebut berjarak 2 meter dan, plang Satlantas Polres Bandung Barat pun berjarak 2 meter. Kendaraan yang melaju di dekat tanda tersebut cenderung melambat. (avi/avi)











































