Bandung - Meski telah ditinggalkan pemimpinnya Abuya Ashari Muhammad Tamimi yang meninggal pada Kamis (13/5/2010), namun Klub Poligami Global Ikhwan menyatakan akan tetap berjalan seperti biasa. Bahkan menurut Ketua Klub Poligami Global Ikhwan Jawa 2, Mochamad Umar, meninggalnya Abuya justru akan semakin mendekatkan antar anggota klub yang kontroversial tersebut.
"Abuya telah membina kami sebagai satu keluarga besar. Yang selalu ditanyakan Abuya adalah bagaimana hubungan kasih sayang di antara kami. Jadi, setelah ketiadaan Abuya rasanya kami dengan seluruh staff terasa semakin terasa dekat. Dan Global Ikhwan akan berjalan seperti biasa,' tutur Umar dalam pesan singkatnya kepada detikbandung, Jumat (14/5/2010).
Global Ikhwan pun telah menunjuk beberapa orang untuk menduduki jabatan penting dalam kelompok itu. "Sementara ini sebagai pemangku CEO Global Ikhwan Sy Fakhrurrazi, dan sebagai ketua BOD Sy Hashim Muhammad," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Klub Global Ikhwan melaunching kelompoknya secara terbuka di Ballroom Hotel Grand Aquila, Bandung, Jawa Barat pada 17 Oktober 2009 lalu. Sebelum meninggal, pimpinan klub ini sempat menggegerkan masyarakat dengan meluncurkan buku 'Tsunami Membuktikan Abuya Putra Bani Tamimi' (Satria Piningit) pada 9 April lalu.
(tya/ern)