Perwakilan Muslim AS Doakan Dada Jadi Gubernur

Perwakilan Muslim AS Doakan Dada Jadi Gubernur

- detikNews
Jumat, 14 Mei 2010 16:34 WIB
Perwakilan Muslim AS Doakan Dada Jadi Gubernur
Bandung - Ketua Perwakilan Muslim Amerika Syeh Nadzam Al Haqo, mendoakan Wali Kota Bandung Dada Rosada agar menjadi Gubernur Jabar. Doa itu diucapkan Syeh saat berkunjung ke Pendopo Jalan Dalem kaum, Jumat (14/5/2010).

Syeh Nadzam Al Haqo datang bersama 30 orang anggota lainnya untuk melakukan kunjungan tarbiyah atau asuhan. Kunjungan ini bertujuan untuk mendoakan wali
kota Bandung agar bisa jadi pemimpin yang membahagiakan rakyat.

Dalam kunjungannya, Syeh diterima di ruang Arab Pendopo Kota Bandung. Ia dan rombongan disambut langsung Wali Kota Dada Rosada. Dalam pertemuan tersebut, Dada mengatakan kalau Kota Bandung adalah kota agamis dan menjadi juara MTQ selama 3 kali berturut-turut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syeh sendiri mengaku senang berada di Bandung. Dia mengaku mengetahui Bandung sebagai kota kembang. "Kembangnya adalah wali kota," kata Syeh.

Setelah berbincang dengan Dada, Syeh mengajak berdoa bersama. "Saya dengar wali kota ingin jadi gubernur, mari kita berdoa bersama, mudah-mudahan prestasinya makin membaik,"ujar Syeh.

Tangan Syeh lantas menyentuh dada wali kota lalu membacakan doa dan surat Al-Fatihah. Setelah Dada, giliran istrinya Nani Rosada yang didoakan dengan dipegang kepalanya.

Menurut Ahmad Syahid, Hodim Khalifah Tarekat Naqsabandiyah Aliyah di Jabar, Syeh Nazam adalah perwakilan umat muslim dari Amerika.

"Dia ditugasi pimpinan untuk membina masyarakat di benua Amerika," jelasnya.

Tujuan kedatangan untuk melakukan tarbiyah selama 2 hari. "Kemarin berkunjung di pesantren Al-Falah sekarang ketemu wali kota," tuturnya.

Usai melakukan doa, wali kota dan rombongan Khalifah Tarekat Naqsabandiyah Aliyah shalat Jumat di Mesjid Agung Bandung. Dalam khutbahnya, Syeh akan menggunakan Bahasa Inggris dan disebarkan di internet.

Selain Bandung, Khalifah Tarekat Naqsabandiyah Aliyah juga akan berkunjung ke Jepara, Kudus, Semarang, dan Batam. "Pengikutnya tidak hanya dari Amerika, ada
juga dari Afrika, Lebanon, dan lain sebagainya," tutur Ahmad.

(ema/ern)


Berita Terkait