Sebelumnya, Unpad pernah memiliki Pojok Bursa pada tahun 1993, namun terhenti pada tahun 1998.
Hal itu diungkapkan Pembantu Dekan III Fakultas Ekonomi Unpad Sulaeman Rahman Nidar dalam acara Peresmian Pojok BEI di Ruang Multimedia Fakultas Ekonomi Unpad, Jalan Dipati Ukur, Rabu (12/5/2010).
"Tahun 1993, Unpad sudah punya pojok bursa tapi saat itu tidak ada kewajiban untuk menerapkan konsep three in one. Lalu terhenti sekitar tahun 1998 dimana tidak ada lagi kegiatan dan suplai informasi dari BEI," ujar Sulaeman.
Disebutkan Sulaeman, baru pada tahun 2000, aturan penerapan konsep 3 in 1 dalam pembukaan pojok bursa diberlakukan.
"Dulu, hanya ada dari BEI dan universitas saja. Kalau sekarang harus ada anggota bursa," terangnya.
Pembukaan Pojok BEI ini dituturkan Sulaeman, adalah hasil inisiasi yang dilakukan program studi Bisnis Internasional Fakultas Ekonomi Unpad. Dengan adanya Pojok BEI ini, mahasiswa bisa memperoleh informasi seputar dunia pasar modal.
"Ada sejumlah mata kuliah yang ada hubungannya dengan BEI. Ini bisa menjadi tempat untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat saat kuliah," paparnya.
Sebagai pusat informasi, Pojok BEI juga dapat dimanfaatkan untuk memperoleh data yang berkaitan dengan penelitian. "Banyak juga penelitian yang berkaitan dengan BEI. Pojok BEI akan memberikan kemudahan data untuk riset," tambah Sulaeman.
Pojok BEI ini tersambung langsung dengan BEI, dimana pusat pasar modal dapat terlihat secara online. Anggota bursa juga dapat melakukan simulasi serta langsung menjadi investor.
Co Head Indo Premier Online Trading (IPOT) Noviono menambahkan, Unpad merupakan universitas pertama di Bandung yang menerapkan sistem full online trading melalui Pojok BEI.
"Universitas lainnya yang sudah menerapkan full online yaitu Universitas Diponegoro," terangnya. IPOT merupakan pengembang transaksi online untuk Pojok BEI Unpad.
Lebih lanjut Noviono mengharapkan, Pojok BEI ini dapat menjadi wahana edukasi pasar modal bagi para mahasiswa.
(tya/avi)











































