Dijelaskan Sigit, alkohol atau yang dalam bahasa farmasi disebut etanol memiliki sifat yang dapat membuat orang menjadi tenang. Sementara minuman suplemen memiliki fungsi sebagai stimulan yang dapat meningkatkan kerja jantung dan membuat orang merasa bersemangat.
"Jelas kedua minuman tersebut kontradiktif. Saat meminum alkohol daya kerja jantung atau respirasi menurun lalu ditabrak dengan minuman suplemen yang justru mempercepat daya kerja jantung efeknya yaitu gagal jantung atau gagal pernafasan," jelas Sigit saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kadar alkoholnya yang berbahaya sementara zat dari minuman suplemen lebih memperparah keadaan," ungkapnya.
Dituturkan Sigit, sebagai seorang akademisi dirinya tidak mengerti dan tidak tahu pasti karena tidak ada teori yang menjelaskan apa motif seseorang melakukan pengoplosan alkohol dengan zat lainnya.
"Ada yang menyebut tambah kuat atau efeknya lebih kuat. Intinya mereka tidak cukup jika hanya meminum alkohol saja," jelasnya.
Biasanya, tambah Sigit, pengoplosan klasik dengan mencampurkan zat etanol dengan metanol seperti spirtus. Pengoplosan ini banyak dilakukan diduga karena metanol yang lebih murah padahal pencampuran etanol dan metanol bisa berefek pada gangguan penglihatan dan mengakibatkan kebutaan.
(ema/ern)










































